Focus Group Discussion : Multi Pihak Dalam Upaya Perlindungan dan Pengamanan Hutan di Wilayah Landscape (Landskap) Bukit Tigapuluh

Focus Group Discussion : Multi Pihak Dalam Upaya Perlindungan dan Pengamanan Hutan di Wilayah Landscape (Landskap) Bukit Tigapuluh

Focus Group Discussion : Multi Pihak Dalam Upaya Perlindungan dan Pengamanan Hutan di Wilayah Landscape (Landskap) Bukit Tigapuluh

Meeting FGD di Aston Hotel Jambi

   WWF Riau bersama PT ABT menyelenggarakan Diskusi bersama PT ABT Selasa, (13/02/18) di Aula Ruby 1 Hotel Aston Jambi. Acara ini juga mengundang beberapa instansi terkait isu Hutan Bukittigapuluh antara lain adalah Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh, KPHP Tebo Barat, KPHP Tebo Timur, SPORC BKSDA Jambi, Polres Tebo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan jambi, PT LAJ, dan PT WKS.

   Acara ini dibuka oleh General manager PT ABT, Yatno R Perbowo. Dalam pembukaannya, dia menyampaikan masalah-masalah utama yang dihadapi dilandscape bukit30 khususnya di konsesi PT ABT adalah deforestasi dan degradasi, berupa illegal loging, perambahan, jual beli lahan, (indikasi) penguasaan lahan (oleh pemilik modal dan para pejabat), kebakaran hutan dan lahan, modus-modus penguasaan lahan dan upaya-upaya yang telah dilakukan khususnya PT ABT dalam menanggulangi kejahatan kehutanan di konsesi PT ABT. Dari kondisi tersebut dimana tidak saja terjadi di PT ABT tetapi di hampir dikawasan hutan landscakep bukit30 maka perlu perhatian para pihak untuk bertanggung jawab secara bersama untuk permasalahan yang ada di landscape bukit30. Atas dasar itulah, maka WWF ID beserta PT ABT dan mitra NGO di Landscape Bukit30 berinisiatif untuk mengajak stakeholder mencari formulasi penyelesaian permasalahn diatas.

Narasumber Acara FGD

   Pada acara ini, pemaparan materi disampaikan oleh 4 narasumber diantaranya adalah Kepala Dinas Kehutanan Erizal, Kepala KPH Tebo Barat Joko Sutrisno, Kepala SPTN I Balai TNBT oleh Hendra Koswandi, Kasi BKSDA jambi oleh Teguh Sriyanto, dan Kabag Ops Polres Tebo oleh Jalaluddin. Dalam salah satu pemateri, Erizal mengatakan bahwa di region Provinsi jambi, telah dilakukan pengukuhan batas kawasan hutan (No. 863 Tahun 2016) yang batas-batasnya mengikuti batas alam, misal muara sungai. Tetapi, apabila overlay, batas-batas tersebut mengalami pergeseran yang signitifikan juga batas konsesi PT ABT juga tidak mengikuti Permendagri tetapi mengikuti kebijakan “One Map Policy” sehingga terdapat areal yang bolong tidak berhimpit dengan batas sebagaimana dimaksud Permendagri.

   Saat Sesi diskusi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlu membentuk Tim/Forum untuk perlindungan dan pengamanan kawasan hutan Landscape Bukit30, perlu ada meeting lanjutan yang melibatkan para pihak disekitar landscape Bukit30 wadah/organisasi untuk menjadi koordinator hal tersebut diatas, dan juga jalur komunikasi antara para Pihak untuk menindaklanjuti penanganan masalah-masalah yang ada di Landcape Bukit30.

2018-02-23T17:02:15+00:00

PT Alam Bukit Tigapuluh

Perusahaan restorasi ekosistem yang melindungi spesies yang terancam punah dan membangun kemitraan dengan komunitas lokal di hutan bukit 30 sejak Juli 2015

Post Terbaru Instagram

PT Alam Bukit Tigapuluh

KONTAK

  • Jl. Ks. Tubun No.290, Simpang IV Sipin, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36361
  • 0741-3072696
  • admin@alambukit30.com
EnglishIndonesia